Watampone,

Bupati Bone Silaturahmi Dengan Pelaku Peternakan

Published on: Selasa, 29 Oktober 2013 //
Puluhan pelaku usaha perdagangan ternak antara daerah dan para pengusaha pemotongan ternak di kabupaten Bone melakukan tatap muka dan silaturahmi dengan Pemerintah Kabupaten Bone melalui Dinas Peternakan Bone, Selasa (29/10/2013) di aula kantor Dinas Peternakan.

Kadis Peternakan Bone, Drh.Handono melaporkan kepada Bupati Bone DR.Andi Fahsar M. Padjalangi dalam pertemuan tersebut bahwa kegiatan yang dilakukan  bertujuan membangun kebersamaan dan silaturahmi dengan para pelaku usaha perdagangan ternak antara daerah dan para pengusaha pemotongan ternak dalam rangka menyongsong kegiatan disnak tahun 2014 mendatang.

"Kita berharap supaya tahun depan bisa melasanakan bebrbagai kegiatan pengembangan dinas peternakan dengan maksimal" ungkap Handono.

Selain itu Drh.Handono mengungkapkan tugas pokok Disnak yang telah dilakukan seperti kesehatan ternak melalui vaksinasi, peningkatan sumber daya petani dengan melakukan studi banding dibeberapa daerah serta pengawasan lalulintas ternak yg tertib dokumen dan retribusi.

Sementara Bupati Bone, Dr. H.Andi Fahsar M. Padjalangi.M.Si. menganggap penting tatap muka dan silaturahmi para pelaku peternakan, karena Bone salah satu daerah yang dianggap punya perhatian khusus terhadap pengembangan sapi potong dan dan sapi ternak.

"Kurang lebih 3 ratus ribu ekor ternak yang kita punya, dan Bone salah satu kabupaten yang terbesar populasinya ternak sapinya. Ini kebanggaan peribadi karena sektor peternakan membawa nama daerah Bone di tingkat nasional" papar Andi Fahsar.

Kabupaten Bone menjadi juara 3 dalam pemeliharaan ternak sapi di tingkat nasional. Hal ini yang mengangkat nama daerah Bone. Semua diperoleh berkat kerjasama dan dukungan seluruh pelaku peternakan dan jajaran Disnak Bone.

Bone Selatan Ditetapkan Sebagai Calon Daerah Otonom Baru

Published on: //
Kabar tentang Pembahasan pembentukan Daerah Otonom Bone Selatan, telah dibahas di DPR RI melalui rapat Paripurna, Kamis (24/10/2013). Hasil Rapat Paripurna tersebut akhirnya menetapkan Bone Selatan sebagai salah satu calon Daerah Otonom baru bersama dengan 60 Daerah lainya.
Meski sudah ditetapkan menjadi salah satu calon daerah otonom baru. Legislator Golkar Andi Rio Idris Padjalangi mengungkapkan jika hal tersebut masih membutuhkan proses yang lama untuk menjadi sebuah daerah otonom.

"Iye betul, sudah diparipurnakan. Hasil rapat paripurna DPR RI tadi telah menetapkan Bone Selatan menjadi salah satu calon daerah otonom baru untuk dibahas di Komisi II. Jadi ini masih membutuhkan proses yang lama," jelas Andi Rio kepada Wartawan, Kamis (24/10/2013) malam.

Ia menjelaskan, bahwa hasil dari Rapat Paripurna tersebut akan menjadi agenda lanjutan yang akan dibahas kembali DPR RI melalui Rapat di Komisi II DPR RI bersama dengan 60 usulan calon daerah otonomi lainnya.

"Jadi diantara semua usulan yang masuk, ada 60 usulan yang dibahas di Rapat Paripurna tadi. Salah satu diantaranya adalah Bone Selatan," tuturnya

(Bp)

Gerakan Bone Bersih

Published on: Minggu, 20 Oktober 2013 //
Salah satu program 100 hari Bupati dan Wakil Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi-Ambo Dalle, yaitu mencanangkan Gerakan Bone Bersih yang melibatkan unsur pemda dan instansi lainnya serta unsur TNI-POLRI di daerah ini.
Gerakan Bone Bersih itu, dimulai Jumat pagi, 3 Mei 2013 dengan menggelar apel bersama dengan instansi lainnya, diantaranya Korem, Kodim, dan Polres Bone.
Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi mengatakan, kebersihan lingkungan merupakan persoalan yang penting yang menyangkut pula kesehatan, dan memperindah lingkungan di sekitarnya, semoga kegiatan ini dapat berkesinambungan yang pada akhirnya masyarakatpun ikut serta dan berperan aktif diseluruh wilayah kabupaten Bone.
Bupati Bone yang supel dan kharismatik ini mengungkapkan, "Kebersihan lingkungan merupakan persoalan yang penting, karena selain menyangkut kesehatan, juga akan memperindah lingkungan. Semua hal tersebut diperlukan untuk menciptakan kinerja yang maksimal serta kenyamanan lingkungan," tutur Fahsar. Ia menyebutkan, terwujudnya lingkungan yang asri, indah dan sehat jika dilakukan secara bersama dengan semua pihak sehingga semua jawatan kerja diharapkan memberikan contah kepada masyarakat, sehingga pada gilirannya masyarakat tanpa diminta akan berpatisipasi membersihkan lingkungannya masing. "Terus terang saya mau minta tolong kepada semua pihak untuk berpatisipasi membersihkan Bone," kata Fahsar. Komandan Komando Resort Militer 141 Toddopuli Kolonel Inf Afanti S Uloli mengatakan, telah dimulai niat baik untuk mewujudkan lingkungan yang bersih dan indah. Untuk itu Afanti menghimbau, agar gerakan Bone bersih ini diwujudkan dengan penuh rasa tanggung jawab. "Bone pernah dapat piala adipura, tapi sekarang tidak mendapatkan lagi, ini harus diperjuangkan semua," kata Afanti. Afanti mengatakan, membersihkan lingkungan dan tempat strategis di Bone merupakan salah satu pengabdian. Makanya, fasilitas yang diberikan negara harus dibalas perbuatan yang setimpal yakni berbuat yang terbaik untuk daerah dan masyarakat sekitar. Keseriusan Bupati Bone yang baru menjabat dua pekan ini dimilai dengan berbagai relokasi pasar liar yang berada di sekitar kota. Bahkan, pemerintah di bawah kepemimpinannya juga telah mencanangkan sejumlah titik percontohan kebersihan dan keindahan kota seperti di lingkungan rumah adat Bola Soba dan pusat jajanan malam di Jl Veteran, Watampone yang dicanangkan bakal dijadikan taman kota. Sehingga kota watampone bisa menjadi ikon Bone ke depan.

Bupati Bone Ancam Pecat Pejabat Calo CPNS

Published on: Kamis, 17 Oktober 2013 //
Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, mengancam akan melakukan pemecatan kepada pejabat di jajarannya yang diketahui menjadi calo bagi Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) yang akan diterima dalam waktu dekat.

"Saya akan mengusulkan pemecatan bagi pejabat yang meluluskan CPNS dengan imbalan sesuatu," tegas Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, saat menggelar apel akbar bersama ribuan Honorer Kategori Dua (K2) dihalaman Kantor Bupati Bone, Kamis (17/10/2013) pagi tadi

Menurutnya, pada kesempatan seperti ini biasanya muncul makelar yang datang dari kalangan pejabat, dewan, bahkan masyarakat yang punya kedekatan dengan pejabat. Sehingga, untuk mengantisipasi hal tersebut dirinya mewarning kalau kedapatan ada oknum pejabat yang meluluskan dengan imbalan sesuatu sanksinya adalah di pecat.

Maka dari itu, ujar dia, di Bone harus dibangun oleh orang-orang jujur, sehingga sejak dini harus ditanamkan kejujuran terhadap para abdi maupun calon abdi di daerah ini.

"Yang dibutuhkan pengabadian terhadap daerah, bila mereka masuk dengan imbalan sesuatu maka secara otomatis akan mencari kesempatan untuk mengembalikan imbalan yang telah dikeluarkan dan itu akan mengarah kepada praktek-pratek korupsi," katanya.

Seperti yang diberitakan sebelumnya, Kabupaten Bone sendiri untuk tahun 2013 ini tidak mendapatkan kuota penerimaan CPNS untuk jalur umum, melainkan hanya mendapatkan kuota penerimaan CPNS melalui jalur Honorer K2. Adapun jumlah tenaga honorer K2 yang berhak mengikuti ujian seleksi CPNC pada 3 November 2013 mendatang yakni sebanyak 3.161 orang.(BP)

Pemerintah Targetkan 80% Perempuan dapat Deteksi Dini Kanker Payudara dan Kanker Serviks

Published on: Jumat, 11 Oktober 2013 //
Kanker Payudara dan Kanker Serviks merupakan kanker yang paling sering dijumpai pada perempuan dewasa ini. Akan tetapi deteksi dini kedua jenis kanker tersebut dapat dilakukan dengan teknologi tepat guna yang murah dan sederhana atau simple. Itulah sebabnya,  pengendalian kedua jenis kanker tersebut merupakan salah satu program prioritas Pemerintah. 

Demikian sambutan Menteri Kesehatan RI, dr. Nafsiah Mboi, Sp.A, MPH, pada acara pembukaan training of trainers deteksi dini kanker payudara dan kanker serviks, di Lingkungan Kemenkes RI (3/10).

Menurut Menkes, dalam pengendalian kanker payudara dan kanker serviks, Pemerintah mentargetkan minimal 80% perempuan usia 30-50 tahun melakukan deteksi dini setiap 5 tahun. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2010, jumlah perempuan Indonesia yang berusia 30-50 tahun adalah sekitar 35 juta (35.950.765 orang). 

Sampai dengan tahun 2012 jumlah perempuan yang telah diskrining lebih dari 550 ribu orang (575.503 orang) dengan jumlah IVA (+) lebih dari 25 ribu orang (25.805 orang) atau 4,5%), suspek kanker leher rahim 666 (1,2 per 1000) dan suspek tumor payudara 1.289 (2,2 per 1000). Cakupan deteksi dini ini masih perlu ditingkatkan dengan kerja keras, kerja cerdas, dan inovasi  bersama seluruh lapisan masyarakat, tambah Menkes.

Ditambahkan program nasional deteksi dini kanker payudara dan kanker leher rahim ini dicanangkan oleh Ibu Negara Ani Bambang Yudhoyono pada tanggal 21 April 2008, sekitar 5 tahun yang lalu bertepatan dengan peringatan Hari Kanker Sedunia 2008.

Sejak pencanangannya hingga tahun 2013, Pemerintah telah memperluas pelaksanaan deteksi dini kedua kanker tersebut ke 140 kabupaten di 31 provinsi, yang dilaksanakan oleh  500 dari 9500 Puskesmas. Saat ini, telah ada 202 pelatih atau trainers yang terdiri dari dokter spesialis obstetri ginekologi, dokter spesialis bedah onkologi, dokter spesialis bedah, dan diperkuat oleh 1.192 providers atau pelaksana program terdiri dari dokter umum dan bidan.

Ketidaktahuan masyarakat khususnya kaum perempuan Indonesia pada bahaya kanker payudara dan kanker serviks perlu disikapi dengan peningkatan upaya promotif-preventif. Antara lain dengan melaksanakan sosialisasi, advokasi, dan edukasi di berbagai elemen masyarakat. Edukasi akan lebih efektif jika dilakukan lebih awal, antara lain pada siswa sekolah melalui guru-guru mereka dibantu oleh para ahli. Menkes berharap agar YKI, SIKIB, Pertamina, dan POGI beserta berbagai organisasi kemasyarakatan, organisasi profesi, dan BUMN dapat mendukung pelaksanaan upaya  ini.

Dengan dukungan seluruh lapisan masyarakat program ini diharapkan dapat menurunkan angka kesakitan dan kematian akibat kedua kanker tersebut tutur Menkes.

Data pemanfaatan Jamkesmas 2011 menunjukkan bahwa biaya rawat jalan penderita kanker adalah sebesar 8% dari total pembiayaan Jamkesmas, yaitu Rp.154,4 milyar. Upaya promotif- preventif dapat menekan terjadinya Kanker Payudara dan Kanker sehingga dapat menekan pembiayaan Jamkesmas.

Dengan deteksi dini menggunakan metode Clinical Breast Examination atau CBE untuk kanker payudara dan metode IVA dan papsmear untuk kanker serviks akan mempercepat penanganan kedua jenis kanker ini, sehingga prognosisnya akan lebih baik dan biaya pelayanan pengobatan juga dapat ditekan. Oleh karena itu, capaian cakupan deteksi dini dan akses masyarakat pada pelayanan deteksi dini ini perlu ditingkatkan dengan sungguh-sungguh dari waktu ke waktu. 

Pada kesempatan tersebut, Menkes juga menyampaikan apresiasinya kepada Yayasan Kanker Indonesia (YKI), Solidaritas Isteri Kabinet Indonesia Bersatu (SIKIB), Pertamina, dan Perhimpunan Obstetri Ginekologi Indonesia (POGI) yang bersama-sama Kementerian Kesehatan menyelenggarakan Training of Trainers ini sebagai bagian dari Gerakan Nasional Peduli dan Cegah Kanker Serviks (GNPCKS). 

Berita ini disiarkan oleh Pusat Komunikasi Publik Sekretariat Jenderal Kementerian Kesehatan RI. Untuk informasi lebih lanjut dapat menghubungi Halo Kemkes melalui nomor hotline <kode lokal> 500-567; SMS 081281562620, faksimili: (021) 52921669, website www.depkes.go.id dan alamat e-mail kontak@depkes.go.id.

Implementasi e-Puskesmas di Kalimantan

Published on: Minggu, 06 Oktober 2013 //
e-Puskesmas telah diimplementasikan di beberapa daerah di Indonesia. Implementasi ini sejalan dengan digalakkannya program e-health guna meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan masyarakat secara merata. Implementasi e-Puskesmas pertama kali dilakukan di Samarinda, Kalimantan Timur.
Bentuk kegiatan yang dilakukan pada saat implementasi adalah instalasi ke Puskesmas-Puskesmas yang telah siap dari segi infrastruktur teknologi informasinya. Selanjutnya tim e-Puskesmas melakukan sosialisasi dan pelatihan kepada petugas Puskesmas maupun petugas dari Dinas Kesehatan.
Untuk membantu petugas agar lebih mahir dalam menggunakan aplikasi ini, tim implementator melakukan simulasi langsung ke Puskesmas. Kegiatan ini mendapat respon yang positif dari petugas di Puskesmas. Sinergi yang baik diantara seluruh stakeholder diharapkan mampu mewujudkan visi dikembangkannya aplikasi ini.

e-Puskesmas Dalam Inaicta 2011

Published on: //
Acara penganugerahan apresiasi dibidang teknologi informasi (TIK) INAICTA 2011 dengan tema “Leverage Digital Creativity for national Economic Growth”, Kegiatan yang mendapat dukungan penuh dari Kementerian Komunikasi dan Informatika dimana kepanitiannya melibatkan peran serta para pemangku kepentingan (stakeholders) Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) terdiri dari asosiasi, kalangan, serta komunitas TIK di Indonesia kali diikuti oleh e-Puskesmas.

e-Puskesmas berhasil lolos penjurian dan masuk dalam nominasi kategori e-Government: Application. Merupakan prestasi yang patut dibanggkan e-Puskesmas berhasil menjadi nominasi INAICTA 2011, mengingat e-Puskesmas baru saja dirilis pada tahun 2010. Ini menunjukan bahwa aplikasi e-Puskesmas ini merupakan solusi yang tepat khususnya dibidang pelayanan kesehatan masyarakat.
Acara yang terangkai dalam INAICTA 2011 adalah perlombaan karya cipta kreativitas digital dan inovasi di bidang TIK, Konferensi, Workshop dan Eksibisi, Kompetisi Game dan Robot, serta Business Matchmaking Program (BMP).
Puncak acara yang akan ditutup dengan penganugerahan penghargaan yang dijadwalkan akan dilangsungkan 4 dan 5 Oktober 2011 bertempat di Jakarta Convention Centre. Untuk info lebih lanjut http://www.inaicta.web.id/















PELATIHAN E-PUSKESMAS DI KAB.SERDANG BEDAGAI, SUMATERA UTARA

Published on: //
Kami telah memberikan pelatihan e-Puskesmas di Kab. Serdang Bedagai, Sumatera Utara, dengan jumlah peserta 40 orang, yang terdiri : 20 peserta dari puskesmas dan 20 peserta dari Dinas Kesehatan setempat.
Pelatihan dilaksanakan selama 3 hari mulai tgl 6-12-2012 sampai tgl 9-12-2012. Di hari pertama kami melatih 20 pegawai puskesmas untuk penggunaan aplikasi e-Puskesmas dari mulai pendaftaran pasien hingga bisa mencetak laporan (LB1,LB2 dll) untuk kemudian dikirim ke dinas kesehatan terkait.
Di hari yang kedua kami memberikan uji materi kepada para peserta untuk mendemokan/ menggunakan aplikasi e-Puskesmas dari seting awal puskesmas, pendaftaran pasien sampai mencetak laporan untuk dikirim ke dinas kesehatan (alhamdulillah banyak peserta yang berhasil dan lancar menggunakan aplikasi e-Puskesmas).
Di hari yang ketiga, pelatihan kami berikan kepada para peserta dari Dinas Kesehatan Kab.Serdang Bedagai. Aplikasi e-Puskesmas untuk dinas kesehatan berbeda dari aplikasi e-Puskesmas untuk pegawai puskesmas. Disini pelatihan untuk peserta dari Dinas Kesehatan lebih dititik beratkan pada monitoring data (data 10 besar kunjungan , data 10 besar obat, data 10 besar penyakit dan rekap data keseluruhan). Karena sifatnya hanya monitoring maka pelatihan untuk pegawai dinas kesehatan ini berlangsung singkat paling lama sekitar 3 jam.

PELATIHAN E-PUSKESMAS DI KAB.BANGKALAN, JAWA TIMUR

Published on: //
Sebanyak 22 puskesmas yang ada di Kabupaten Bangkalan akan menggunakan aplikasi e-puskesmas.
Pelatihan yang kami laksanakan pada tanggal 22 oktober 2012 yang bertempat di BLC Telkom Bangkalan, kami berikan kepada seluruh pegawai Puskesmas dan beberapa Pegawai Dinas Kesehatan.
Terima kasih dan Tetap SEMANGAT..

Andi Khasma Padjalangi Resmi Jabat Kadis Kesehatan

Published on: Rabu, 31 Juli 2013 //
Andi Khasma Padjalangi yang merupakan kakak kandung Bupati Bone, Andi  Fahsar M Padjalangi resmi menjadi Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone dalam pelantikan  bersama 155 pejabat struktural lainnya, Selasa, 30 Juli.
Andi Khasma sebelumnya menjabat sebagai Staf Khusus Bupati Bone. Diamenggantikan Andi Alimuddin sebagai Kadis Kesehatan Bone. Pejabat yang dilantik di Gedung PKK Pemkab Bone iu berasal dari Eselon II, III dan IV. Selain Andi Khasma dari Eselon II b, juga dilantik Khalil yang menjabat Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral Kabupaten Bone.

Pejabat yang dilantik lainnya diantaranya Eselon II a sebanyak 1 orang yaitu Andi Surya Darma yang sebelumnya menjabat Kepala Dinas Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah (DPKAD) dan merangkap Pelaksana tugas (Plt) Sekkab Bone dipromosikan menjadi Sekkab Bone.

Sementara itu, untuk Eselon III a sebanyak 58 orang yang diantaranya 22 Camat di lingkup Pemkab Bone. Dari 22 camat itu, salah satunya, Syamsiar,  yang juga merupakan istri dari Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Bone, Rosalim HAB dan besan dari Wakil Bupati Bone, Ambo Dalle.

Syamsiar Sebelumnya menjabat staf Dinas Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) dan dipromosikan menjabat Camat Tanete Riattang Timur.Sedangkan, untuk Eselon III B sebanyak 92 orang dan Eselon IV a sebanyak 3 orang.

Bupati Bone, Andi Fahsar M Padjalangi, dalam sambutannya mengatakan, mutasi yang digelar tersebut bertujuan untuk mewujudkan harapan dalam visi misi yang harus dicapai. Menurutnya, pejabat yang diberikan amanah itu dapat menjalankan dan mencapai visi misi pembangunan di daerah ini dengan melakukan kinerjanya secara maksimal. "Sebagai pejabat tentu harus melayani masyarakat,"jelasnya.

Saat disinggung mengenai pengangkatan Rosalim sebagai Kepala Dinas Pendidikan yang telah mengabaikan SE Mendagri, Andi Fahsar mengatakan, terkait kasus hukum yang dijerat Rosalim, bukanlah perkara korupsi, akan tetapi bersifat administrasi dalam telaah surat kuasa ijin pertambangan."Jadi saya rasa tidak mengabaikan Surat Edaran Mendagri tersebut,"ujar dia.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi I DPRD Bone, Andi Saipullah Latif, berharap agar mutasi sesuai dengan proses Baperjakat dengan menempatkan seseorang pejabat struktural sesuai dengan kompetensi yang dimilikinya. "Kalau proses Baperjakat berjalan sesuai dengan mekanisme dengan penempatan pejabat sesuai dengan kompetensinya, maka itu sudah sejalan dengan visi misi Bupati Bone saat ini," katanya. 
(Fajar Makassar)

Dinkes Bone Beri Sanksi Dokter yang Bikin Buta Pasien

Published on: Kamis, 07 Februari 2013 //
Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan dipastikan akan menjatuhkan sanksi untuk DW, seorang dokter di Puskesmas Biru, Kelurahan Biru, Kecamatan Tane Riattang, Kabupaten Bone, Sulawesi Selatan, karena melakukan kesalahan saat menulis resep.

Seperti yang telah diberitakan, kesalahan fatal itu telah mengakibatkan, seorang warga Sakura (44) mengalami kebutaan, setelah mengoleskan obat mata dari dokter DW.

Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Bone, Andi Alimuddin, Kamis (7/2/2013), menuturkan, kasus ini murni kecerobohan dokter yang bersangkutan hingga mengakibatkan kesalahan fatal dalam pengobatan kepada pasien.

"Saya sudah lakukan pemanggilan dan dari hasil keterangannya dokter itu memang ceroboh karena mustinya dia lengkapi tulisannya tapi ini dia hanya menulis salep saja, tanpa merinci salep mata atau salep kulit. Kami akan memberikan sanksi berat kepada oknum dokter tersebut," tegas Alimuddin.
(Tribun)
Subscribe to our RSS Feed! Follow us on Facebook! Follow us on Twitter! Visit our LinkedIn Profile!